Jumat, 10 November 2017

SEKOLAH MELAWAN HOAX !!


Pagi itu, sekitar jam 06.50 WIB setelah apel pagi, Kantor Guru tampak begitu riuh dengan perbincangan yang cukup panas dan membuat saya bertanya – tanya. Saya mendekati salah seorang teman saya dan melayangkan pertanyaan, “Ada apa, Bu ?”. “Ini lho, kemarin ada siswa yang handphonenya disita Guru BP, nah, ketika dicek isinya, ternyata ada foto telanjang perempuan yang kabarnya adalah siswi kelas X sekolah kita, dan kabarnya foto ini sudah menyebar luas di dalam sekolah kita”, jawab teman saya dengan menggebu. “Wah !!” seketika pikiran saya menjadi campur aduk, antara kaget, sedih, miris, kecewa, sekaligus takut, kalau – kalau foto – foto tersebut nantinya tersebar luas di lingkungan luar sekolah. Bagaimana nanti nasib siswi yang berfoto telanjang tadi ? Bagaimana jika nanti Sekolah kami jadi viral gara – gara kasus ini? Dan pertanyaan – pertanyaan lain pun mulai berkecamuk dalam benak saya.
Saat pulang sekolah, saya pun mendatangi salah seorang Guru BP dan menanyakan kebenaran berita tersebut. Kata Dia, foto telanjang yang beredar tadi, cuma kelihatan bagian leher ke bawah saja, bagian kepalanya tidak ada. “Wah, itu kan bisa saja foto dari internet, Pak”, kata Saya. “Iya, tadi siang siswi yang bersangkutan juga sudah saya panggil, dan dia sontak kaget sekaligus menyangkal kalau itu adalah foto dirinya”, jawab teman saya. “Jika dicocokkan dengan warna kulit dan rambut juga berbeda, kok, Pak”, tambah teman saya lainnya.
Begitulah, betapa berita – berita Hoax dengan mudahnya menyebar di masyarakat melalui media sosial, bahkan sampai ke instansi yang berisi orang – orang pendidik dan terdidik, bernama Sekolah. Setiap hari, minggu dan bulan, ada saja berita – berita palsu yang bersliweran dan ikut mengisi ruang di Sekolah kami dan mungkin di sekolah – sekolah lain.
Hoax adalah sebuah istilah yang sudah sangat tak asing lagi di telinga kita. Istilah yang secara jamak dimengerti sebagai berita palsu ini, sudah menjadi konsumsi sehari – hari dan keresahan bersama. Smartphone dan media sosialnya yang menyebabkan berita palsu alias hoax mudah.

Tidak bisa dipungkiri, siswa – siswi kami yang rata – rata berusia antara 15 sampai dengan 18 tahun, memang sedang asyik – asyiknya berteman dengan media sosial, macam Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, Whatshap, BBM, Line dan lain – lain. Dari situ juga didapatkan sebuah pengalaman bathiniah baru yang menjadi gejala dalam perkembangan psikologis remaja masa kini. Tujuan mereka bermain media sosial yang tadinya hanya untuk bersosialisi dan media hiburan, berangsur berubah menjadi tujuan baru, yaitu mendapatkan penghargaan dan pangakuan. Dengan mendapatkan banyak like, followers, subscribers, komen bagus, dan menjadi viral, mereka akan merasa puas dan senang. Kemudian, muncullah gagasan dan pemikiran mereka agar bisa menjadi viral dan terkenal dengan mudah, salah satunya dengan ikut membuat atau sekedar ikut membagikan berita – berita kontoversial yang belum tentu dipastikan kebenarannya.
Dari sekedar ikut – ikutan, lambat laun berubah menjadi kebiasaan dan mengakar menajadi budaya baru di masyarakat kita, yaitu sebuah trend untuk berlomba – lomba untuk menjadi pusat perhatian dan viral di media sosial.  Kalau sudah begini, perkembangan berita Hoax akan semakin menjamur di media sosial kita.
Yang membuat miris tentu saja beberapa berita justru muncul dari lingkungan Sekolah. Sering kita jumpai beberapa berita, foto atau video tentang seorang siswa yang berani melawan gurunya, siswi yang sedang berkelahi, siswa tawuran, aksi asusila guru atau siswa, guru memukuli siswanya, kegiatan ospek sekolah yang mengandung unsur kekerasan danpornografi, pem-bullly-an di sekolah, dan lain – lain yang pada akhirnya merujuk ke nama sekolah tertentu. Padahal berita tersebut tidak bisa diklarifikasi kebenarannya dan bahkan ada beberapa berita, foto maupun video tersebut yang ternyata merupakan berita, foto atau video yang berasal di negara lain. Sekolah yang menjadi sasaran berita Hoax tentu saja akan sangat dirugikan. Selain itu banyak kerugian yang ditimbulkan dengan adanya berita Hoax, antara lain :
1.      Menimbulkan keresahan dan kegelisahan di masyarakat,-
2.      Menimbulkan sinisme terhadap satu pihak tertentu,-
3.      Menimbulkan konflik atau pertikaian antara dua pihak atau lebih,-
4.      Merugikan pihak yang menjadi korban berita tak bertanggungjawab tersebut,-

Begitulah, betapa berbahayanya anak – anak usia remaja dalam menggunakan Smartphone-nya. Asal jepret, rekam dan bagikan, tanpa memakai pertimbangan dan pemikiran yang matang. Mereka belum bisa membedakan, mana berita yang layak diunggah dan mana yang tidak. Asal bisa menjadi viral dan mendapat banyak like dengan cepat, kenapa tidak.       
Sebenarnya di Sekolah kami, dan mungkin beberapa sekolah yang lain sudah melakukan berbagai usaha preventif, salah satunya seperti pelarangan penggunaan Smartphone pada saat kegiatan pembelajaran di Sekolah, gunanya tentu saja untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, tapi tetap saja, peraturan ini hanya mengikat mereka sampai pukul 16.00 saja, selebihnya mereka bisa bercengkrama lagi dengan media sosial. Pemberian pemahaman tentang penggunaan media sosial yang baik dan benar, bahaya menyebarkan berita bohong, serta penjelasan tentang adanya sanksi hukum dari undang – undang informasi dan transaksi elektronik, mungkin akan lebih ampuh, ketimbang hanya melarang mereka menggunakan smartphone selama 9 jam dalam sehari.
Media Sosial bagaikan dua bilah mata pisau yang sama tajamnya. Di satu sisi bisa menguntungkan jika digunakan dengan bijak dan di sisi lain menimbulkan kerugian bagi mereka. Di satu sisi, Kurikulum 2013, mengharuskan siswa untuk aktif belajar secara mandiri dan  melek teknologi, maka tak jarang para siswa dituntut oleh gurunya untuk menggunakan smartphone untuk media penunjang pembelajaran.  Di sisi lain, jika pengawasan guru tidak ketat, maka penyalahgunaan smartphone akan sangat mudah terjadi di sekolah, selain material pornografi, tentu saja penyebaran berita Hoax  menjadi ancaman.
Di samping peran keluarga, pada akhirnya sekolah lah yang seharusnya menjadi benteng agar siswa – siswinya kita tidak terkena imbas negatif dari berita hoax. Sebagai Pendidik, Guru berperan sangat penting dalam mendidik siswa – siswinya untuk bijak dalam menggunakan media sosial.


Di era darurat Hoax ini,  sudah seharusnya ditanamkan pendidikan tentang bermedia sosial dengan sehat dan benar. Misalnya, dengan memberikan beberapa tips tentang bagaimana menanalisis berita Hoax, seperti :
1.      Berita Hoax (tulisan, foto, video) biasanya tidak mencantumkan sumber yang terpercaya, valid atau kredibel,-
2.      Berita Hoax biasanya menggunakan bahasa yang cenderung provokatif atau multi tafsir,-
3.      Berita Hoax biasanya menggunakan bahasa yang cenderung subyektif atau dari sudut pandang pribadi,-
4.      Kadang Berita Hoax ditulis dengan Kata-kata yang ditulis dengan huruf kapital semua, supaya pembaca tertarik,-
  Guru, di Era digital yang sangat cepat pertumbuhannya seperti sekarang ini, haruslah dituntut untuk bisa menanggulangi ancaman jenis baru bernama Hoax. Memang, belum ada kurikulum pendidikan kita yang dengan serius menanggapi kasus era digital ini. Maka dari itu, sebaiknya di sela – sela kegiatan pembelajaran kita bisa saja menularkan atau memberikan tips kepada mereka untuk tanggap dan bijak dalam merespons berita – berita baru yang masuk, dengan  :   
1.      Tidak mudah percaya dan terpancing terhadap berita yang sedang booming,-
2.      Tidak ikut menyebarkan berita, jika belum dipastikan kebenarannya,-
3.      Ikut memeriksa kebenaran tentang berita yang sedang beredar, misalnya di situs Snopes, Wikipedia, dan Google sebelum buru-buru mempercayai informasi itu.,-
4.      Mengadukan berita yang meresahkan atau menebar kebencian ke Kementerian Komunikasi dan Informatika, dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.
5.      Mengadukan berita yang meresahkan atau menebar kebencian ke laman Masyarakat Indonesia Anti Hoax, data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax ,-
6.      Mendiamkannya,-
7.      Menghapusnya.

Begitu mudahnya instansi seperti sekolah mejadi lahan berkembangnya berita Hoax. Siswa – siswi sekolah dalam usia labil akan mudah untuk menjadi pembuat, penyebar dan bahkan menjadi korban Hoax itu sendiri. Banyak sekolah yang sudah kecolongan dan berita – beritanya menyebar tidak karuan ke media sosial yang  satu ke yang lain. Sekali lagi, dalam hal ini, Guru lah aktor terpenting yang harus menjadi antivirus siswa –siswinya agar dapat bermedia sosial dengan dewasa.  Guru harus membekali dirinya terlebih dahulu dengan terus mengupdate informasi dan pengetahuan tentang cara menganalisis berita hoax, cara menanggulanginya dan tentang UU ITE.
Pada akhirnya, saya sebagai Guru berharap agar kasus – kasus yang berkaitan dengan berita Hoax di Sekolah semakin berkurang dan siswa – siswi kita bisa menjadi individu yang cerdas, tanggap dan bertanggungjawab dalam menyikapi berita – berita Hoax. Mudah – mudahan kedepannya, Pemerintah, khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika juga dapat berperan aktif dalam penanggulangan Hoax di Sekolah. Workshop, Buku atau Kurikulum tentang berinternet atau bermedia sosaial sehat sangat dibutuhkan siswa – siswi kita di Era Digital yang semakin menggila ini. [Agung]





#antihoax #marimas #pgrijateng

Sabtu, 13 Desember 2014

SUNDAY MORNING | "Melangkah Menjalani Hari"



SUNDAY MORNING kembali dengan 1 lagu single berjudul "Melangkah Menjalani Hari", yang juga menjadi judul mini album terbaru mereka. Lagu ini mereka garap dengan lebih dewasa secara aransemen serta musikalitasnya. Pengaruh band - band macam LIMITED SAZABYS, FOUR GET ME A NOTS, SUPERCELL, VELTPUNCH sampai ke BUCKSKIN BUGLE, dan sejenisnya sudah mulai kental terlihat di lagu "Melangkah Menjalani Hari". Sepertinya mereka sudah mulai menemukan komposisi genre yang tepat untuk band ini. Dalam mini album berisi 4 lagu ini, mereka kembali menampilkan 2 lagu lama "Seiring Waktu Berlalu" dan "Selalu Ada". Sementara, untuk lagu ke-4 adalah sebuah lagu tribute / cover dari band Oi!/Punk Semarang SCREAM OF Oi!, berjudul "Merah Putih" yang mereka bawakan dengan lebih crunchy

Tracks :
1. Melangkah Menjalani Hari
2. Seiring Waktu Berlalu
3. Selalu Ada

Bonus track
4. Merah Putih  

soundcloud.com/sundaymorn1ng
sundaymorningpunk@yahoo.co.id
facebook.com/sundaymorningpunk
follow : @sundaymorn1ng
http://www.mediafire.com/download/iqwmwkaosx72z6c/SUNDAY+MORNING+melangkah+menjalani+hari+EP.zip

Rabu, 05 Oktober 2011

SHARE NOT SELL vol.2

SHARE NOT SELL vol.2
"in difference we trust"

Sebuah kompilasi digital yang diproduksi PELACUR KATA,
Ini adalah seri kedua yang menampilkan 23 band dari dalam maupun luar,
dan inilah mereka :


01. We Will Fly (Berlin, Germany)
02. Wethepeople! (Indonesia)
03. 24Caliberletter (Malaysia)
04. All The Kings Men (Australia)
05. Fluorescent (Indonesia)
06. No Regime (Los angeles, USA)
07. I Lost The Plot (Malaysia)
08. Illegal Action (Indonesia)
09. This is A Movement (Rhode Island, USA)
10. Knockdown (Indonesia)
11. N4S (Philippines)
12. Straight At Venue (Indonesia)
13. Stop Killing Animals (Indonesia)
14. Youth Issue (Japan)
15. Letter of memories (Indonesia)
16. King Ly Chee (Hongkong)
17. Public Sphere (Japan)
18. Straight Opposition (Italy)
19. Sorroundings (Australia)
20. Killed On Juarez (Indonesia)
21. Suspect (Indonesia)
22. Darkclown (Malaysia)
23. Govinda Sky (Boston, USA)


Senin, 30 Mei 2011

WE THE PEOPLE - It's The True Reality EP 2011 (Preview)

Apa ya? Bisa dibilang ini bukan review tapi semi iklan hehehe. Karena saya Cuma dapet preview lagunya (6 lagu kalo ga salah), maka saya tulis seadanya aja ya? Oke, Preview ini dibuka dengan gluduk-gluduk pedal vs flor drums dan disambung dengan sing a long part yang seakan ingin menegaskan bahwa “Ini kami, band oldschool Hardcore”. Selanjutnya lagu kedua, cukup ngebut & melodius, yang lagi-lagi ujungnya ke sing a long part “sekolah itu milik semua!!” hehe...nice lyric. Berikutnya ada lagu tentang konsumerisme yang ngebut abis (jadi pengen ngejedot-jedotin kepala ke meja nih) dan yang ini kayanya bakal jadi salah satu lagu favorit saya tahun ini nih, “Pembalak Liar”. Secara lirik cukup variatif dan secara keseluruhan kualitas rekaman sangat bagus dan rapi, apalagi di bagian suara gitar fill/melodi-nya, ga lupa nilai plus plus juga saya layangkan di bagian sound ride, hi-hatz, sama crass drums-nya, alus banget suaranya sumpah. Keren!! Oke, saya ga bisa ngomong banyak di sini karena saya belum mendengarkan lagu-lagu WE THE PEOPLE secara keseluruhan. Tapi coba deh buat kalian yang ragu-ragu dengan reviewan saya di atas, dengerin lagu preview ini dan kalian ga bakal kena istilah beli kucing dalam karung. Saya rasa, It's The True Reality EP 2011 ini adalah oleh-oleh yang sangat saya rekomendasikan di tahun 2011 ini. Oya, Ep ini wajib banget kalian dapatkan terutama buat kalian para HC kids, pas banget untuk musik iringan latihan stage dive dan circle pit di rumah!! Jauhkan barang-barang pecah belah saat mendengarkan album ini :) Saya denger harganya cukup bertemen Rp. 15.000,- aja, wow !! tunggu apa lagi?

kunjungi juga :


IMAJINASI ADALAH ENERGI

Event yang baik menurut saya adalah event yang tidak membutuhkan banyak orang untuk menjalankannya tetapi kualitas dan kuantitasnya tetep bisa dipertanggungjawabkan (tingkat ke-keren-annya). Seperti Pameran seni bertajuk “Imajinasi adalah Energi” ini, setau saya Cuma ada 2 atau 3 orang yang memback-up acara ini. Dari persiapan, pengumpulan karya, pengolahan karya, lay-out/setting tempat dan lain-lain dikerjakan dengan mengandalkan kata : “Semangat”. Pesan Moral : kalau dengan satu atau dua orang saja kalian sudah bisa dan mampu bikin event atau acara, ngapain musti nunggu-nunggu biar nambah temen? So bribet guys, langsung sikat aja! :)

Seperti biasa, acara-acara yang berbau seni di Semarang selalu menggaet temen-temen dari komunitas sastra/seni HYSTERIA untuk bekerjasama dalam hal penyediaan tempat. Grobak A(r)t Kos, Jl. Stonen no.29 Semarang lagi-lagi menjadi solusi yang jitu buat temen-temen yang selama ini terkendala dalam hal sewa/penyediaan tempat. Terima kasih HYSTERIA!

Oke saya paste profil singkat kolektif ini : Universum Collective adalah wadah kreatifitas independent yang bergerak dan mencoba menampung letupan ide, gagasan, kebebasan berekspresi dan apresiasi seni dalam bentuk keberagaman karya. Para pelaku seni dari Universum Collective memiliki perspektif dan interpretasi masing-masing dalam berkarya. Kondisi inilah yang nantinya akan menciptakan ruang diskusi sebagai sarana edukasi baik bagi sesama pelaku seni maupun penikmat seni. Dan keberagaman ini tentunya akan dipelihara dan dikembangkan sebagai wujud apresiasi melalui karya-karya yang akan dipamerkan. Yang melandasi tema “IMAJINASI ADALAH ENERGI” adalah bahwa karya seni itu terbentuk dari imajinasi para pelaku seni, sehingga akan menghasilkan suatu energi yang apabila diolah terus menerus akan menghasilkan karya seni yang luar biasa. Dan akan menciptakan suatu bahasa personal dengan tujuan sebagai sarana komunikasi antara pelaku seni dengan penikmat seni itu sendiri.

Acara ini dimulai pada hari Jumat, 20 Mei 2011, yang di ikuti dengan penampilan teater dari EMKA Semarang dan Tjerobong Paberik Bandung (yang konon katanya keren, maaf saya ga bisa dateng di 2 hari awal :( ). Baru pada hari terakhir, menjelang closing, saya baru bisa mampir ke sana. Acara hari ketiga diisi oleh acara musik akustik, lucu juga ya? Acara seni rupa di-mix dengan seni teater, dan seni musik yang tentu saja sudah berbeda haluan. Banyak banget karya-karya yang dipamerkan di “Imajinasi adalah Energi” (dari seniman-seniman Semarang, Bandung, Jogjakarta, dll). Dari mulai seni kolase (dadaisme), seni lukis (surrealisme, realisme, ekspresionisme), Komik, artwork, fotografi, dan beberapa seni kontemporer (pop art). Keren !! Pesen saya sih, mudah-mudahan acara semacam ini bisa rutin diadakan dan lebih tertema, (misal pameran “A” – tema pendidikan). Over all, angkat topi buat Riska, Anis, Vivid atas jerih payah dan kontribusinya terhadap seniman-seniman muda lokal kita, salute !! [Ag]