Senin, 14 Februari 2011

THE COVE


Semua hewan diciptakan dengan kemampuan dan keunikannya masing-masing, termasuk pula dengan ikan lumba-lumba. Mereka merupakan satu jenis spesies ikan (jenis paus) yang memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Mungkin beberapa di antara kalian pernah melihat atraksi mereka dibeberapa sirkus, wahana air (sea world), bagaimana pandainya hewan ini, seakan-akan mereka memiliki kemampuan menangkap semua apa yang dikomunikasikan manusia. Berbagai cerita juga menyebutkan bahwa mereka sering menyelamatkan manusia yang mengalami kesulitan di laut (tenggelam).

Tetapi mimpi buruk bagi mereka ada di sebuah kota bernama Taiji di Jepang. Mereka (lumba-lumba), ditangkap secara massal dan dibunuh (sebanyak 23.000 ekor tiap tahunnya). Dari tengah laut mereka digiring ke sebuah teluk untuk kemudian dipilah-pilah. Untuk mereka yang memiliki kemampuan entertaining yang bagus akan dijual ke seluruh penjuru dunia, ke beberapa sirkus satwa dan juga Sea World. Sementara yang tidak terpilih akan dibantai satu persatu dengan sangat kejam di sebuah teluk yang sangat dirahasiakan.

Film dokumenter ini merupakan sebuah diari seorang aktivis penyelamat lumba-lumba bernama Ric O’barry. Dia bersama beberapa temannya berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengabadikan apa yang terjadi di Taiji, membuka mata dunia dan tujuan utamanya tentu saja ingin menghentikan praktek kekejaman terhadap lumba-lumba ini. Tetapi penduduk setempat sangat menutup tempat itu. Taiji merupakan neraka bagi para aktivis animal rights. Berkali-kali para aktivis yang hendak memasuki teluk itu tidak mendapatkan hasil apa-apa karena ketatnya penjagaan dan kerasnya perlawanan penduduk di sana.

Rick O’barry pun tidak menyerah. Berkali-kali ia ke sana dan menyusun strategi untuk bisa menembus teluk rahasia itu. Dia kemudian harus melibatkan beberapa teman (ahli penyamaran, ahli kamera pengintai, ahli menyelam, penantang maut, dan aktivis penyelamat lumba-lumba) untuk bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi diteluk itu. Kisah seru terjadi ketika mereka (tim) harus mengendap-endap di malam hari seperti layaknya pasukan rahasia, menggunakan beberapa alat canggih dan sangat memacu adrenalin. Lalu apa yang mereka dapatkan dari misi ini? download film ini :p [Ag]

Takepart.com/thecove atau www.savejapandolphins.org


Selasa, 01 Juni 2010


DOM 65 – “Committed” - Full Album [CD] – RUCKSON Music [JOGJAKARTA] – JOGJAKARTA

Saya adalah penggemar dari DOM 65, salah satu band Oi!/Punk jenius asal Jogja. Tapi entah mengapa mereka lebih suka menyebut dirinya sebagai band street-punk, meski faktanya perubahan dan perkembangan musikalitas mereka sudah jauh lari dari formasi-awal mereka yang membawakan genre street/punk, hmm….ya sudahlah :). Saya sendiri baru konsen mengikuti band ini dari album “The Greatest Pledge Articles”, yang saat itu langsung membuat saya sangat terkesima. Nah, ketika di awal tahun 2010 ini mereka merilis album bertitle “Committed”, saya pun bergegas untuk mendapatkannya. Sesuai perkiraan, album ini jauh dari kata mengecewakan, Sangat Asshole !! Perasaan saya saat itu : Saya bagaikan anak balita yang sangat gembira saat bermain tabrak-tabrakan mobil dan dengan liarnya menghancurkan semua mainan yang ada. Dengan cover format booklet, kesepuluh lagu di sini secara aransemen lebih simple jika dibandingkan dengan album sebelumnya, dan pergeseran dari album sebelumnya bisa dibilang sangatlah tipis, lebih to the point aja. Hal yang baru adalah penambahan sound accoustic guitar yang membuat album ini semakin mengena. Lirik lagu hampir kesemuanya ditulis oleh Imam Senoadji (sang vokalis) dan sangat situasionil sekali, simak saja track : Televistor, No Ticket to Jakarta, 8 to 8. Saya sampai sekarang juga masih bingung, apa saja influence mereka sebenarnya [?], tapi jika dilihat dari riff-riff gitarnya, nampaknya nuansa dari BLITZ mengisi 70 persen ruang musikalitas DOM 65 ini. Album ini berhasil menempati playlist di HP saya dan selalu menemani ketika bersepedamotor ria kemanapun, terutama ke Jogjakarta, kota favorit saya. [Ag]

DIExFAST “Simply Tune All Accross You're Head” – Demo Album [CD] – Depok

Urgghh….surprise banget ketika kembali mendapat demo dari DxF, yang telah lama saya kenal dengan “Hatkor 1 menit Haramnya” :). Sound rekaman masih tetap bersih seperti demo sebelumnya [semi-track] dan tentu mereka masih konsiten dengan fast Oldschool HC. Cepat dan ga akan membuat kalian banyak berfikir !! 6 lagu kali ini kaya dengan explorasi baru dari para personil DxF, lebih gado-gado. Saya bingung mau menjagokan lagu mana yang jadi favorit, semuanya mantab !! suerr….saya ga bo’ong !! buruan cari Demo “Simply Tune All Accross You're Head” ini. Agung “like this!!” Oya, suaranya “Mami” juga makin cadas nihh…Auu ahhh….!! :) [Ag]




Senin, 31 Mei 2010


FAKK – “Self Titled” - Mini Album [CD] – BOGOR

Terbayar sudah rasa penasaran pada band satu ini, merekalah FAKK (Frekuensi Audio Kontra Kultur) memainkan D-Beat Punk ala DISCHARGE, STATE OF FEAR, DISHAMMER, dan sejenisnya yang masih terus mewabah. EP yang terdiri dari 4 lagu, diawali dengan lagu “Hentikan Perang” dengan sampling bom-boman dan tembakan laser bercerita tentang adu perang antar agama (mungkin??gak da lirik sih..). Dilanjutkan dengan lagu “Alkoholik”, trus D-Beat Distortion yang soundnya beda dengan lagu yang lain tapi lebih mantab. Lalu ada “Kerja..depresi” yang dibuka dengan vokal tumpuk-tumpukan, ngebut, bass di petik satu-satu, ngebut lagii. EP ini akan membuat tubuh kalian saling bertabrakan satu sama lain sebagai syarat tarian ritual pemanggilan hujan di kota Bogor. Stay dungplangdungplangdungplang!!!! [A-tank]


Jumat, 14 Mei 2010

WE ARE THE YOUNG - volume 2



Ini adalah kompilasi 22 band Hardcore/Punk/Oi! Nusantara yang merupakan rilisan ke 4 dari FOR TOMORROW records semarang. Mereka hadir dengan track-track ter-gress-nya dan menampilkan karakter musik yang kuat. Untuk kalian yang belum mendapatkan CD ini, silakan download :)